Minggu, 04 Januari 2015

Artikel Ilmiah Pre UAS 2

DIMENSI SISTEM MANAJEMENLINGKUNGAN YANG DOMINAN TERHADAP UPAYA PRODUKSI BERSIH PERUSAHAAN
(STUDI KASUS INDUSTRI PENGOLAHAN KARET REMAH)

Karet alam merupakan komoditas tradisional sekaligus komoditas ekspor yang cukup penting perannya sebaai penghasil devisa Negara dari sub-sektor perkebunan. Hinga saat ini komoditas karet masih menjadi tumpuan mata pencaharian tidak kurang dari 8 juta keluarga petanni, terutama si sumatera dan Kalimantan. Luas areal tanaman karet mencapai 3,32 juta ha. Dimana hampir 85 persen merupakan perkebuann rakyat , selebihnya adalah perkebunan negara dan swasta. Saat ini Indonesia merupakan Negara produsen karet alam terbesar kedua di dunia setelah Thailand. Indonesia diperkirakan akan memproduksi 1,95 juta ton karet alam pada tahun 2004 atau naik dari tahun 2003 yang sebesar 1,79 juta ton.
Produksi karet alam Indonesia tersebut hampir seluruhnya ditujukan untuk pasar ekspor denan total perolehan devisa untuk tahun 2003 mencapai uss 1.494.625 juta, atau meningkat disbanding tahun 2002 yang hanya sebesar uss 1.038.387 juta. Negara tujuan ekspor karet alam indonesai dari tahun  ke tahun cenderung bertambah luas, dan kini sudah mencapai 166 negara. Dari sebanyak 166 negara tujuan ekspor karet alam Indonesia tersebut terdapat bberapa Negara pengimpor terbesar lainnya antara lain as, jepang, cina, singapura, korea selatan, jerman, kanada, belgia dan prancis. Mengingat produksi karet alam Indonesia sebagian besar ditujukan untuk pasar ekspor, maka indoensai perlu mencermati berbagai perkembangan tuntutan konsumen global
Sertifikasi iso 14001 Yng diberlakukan pada perdagangan global sejak 1996 mengisyratkan perlunya industry memeliki system manajemen lingkungan yang komprehensif.
Agar efisien dalam pengelolaan lingkungan, kalangan industry tidak lagi dapat bertumpu pada pendekatan pengolahan akhir pipa yang tidak ekonomis. Pendekatan produksi bersih dalam mengatasi masalah pencemaran diyakini sebagai win-win solution bagi kepentingan lingkungan dan bisnis
Iso 14001 diyakini merupakan alat bantu manajemen yang paling umum dimanfaatkan untuk tujuan produksi bersih, walaupun terdapat system manajemen lain seperti baldridge quality award dan belance scorecard
System manajemen lingkungan dapat diartikan sebagai integrasi struktur organisasi , wewenang dan tanggung jawab, mekanisme dan prosedur0proses, oraktek operasional, dan sumber daya untuk implementasi pengelolaan lingkungan
Penelitian ini dilakukan di sumatera selatan, sumater utara, dan jawa barat dengan mengambil sempel sebanyak delapan perusahaan pengolahan karet alam, khususnya industry yang mengolah bahan baku olah karet rakyat menjadi karet remah. Pemilihan perusahaan dilakukan secara puprposive sampling, mengacu [ada keragaman perusahaan terutama dikaitkan dengan kegiatan pengelolaan lingkungan. Sebagai unit sempel adalah karyawan perusahaan yang memenuhi criteria tertentu.

Umumnya penanganan limbah padat yang dilakukan perusahaan-perusahaan karet remah hanya untuk penimbunan lahan sehingga belum mampu memberikan manfaat financial bai perusahaan, salah satu perusahaan telah melakukan transaksi komersial dari limbah karet yang dihasilkan walau tidak rutin. Limbah padat yang dominan adalah pasir, tatal, dan limbah karet produksi dengan proporsi bervariasi dengan kisaran 3-11 % dari bobot bahan baku olah rakyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar