DIMENSI SISTEM MANAJEMENLINGKUNGAN YANG DOMINAN TERHADAP UPAYA PRODUKSI BERSIH PERUSAHAAN
(STUDI KASUS INDUSTRI PENGOLAHAN KARET REMAH)
Karet alam merupakan komoditas
tradisional sekaligus komoditas ekspor yang cukup penting perannya sebaai
penghasil devisa Negara dari sub-sektor perkebunan. Hinga saat ini komoditas
karet masih menjadi tumpuan mata pencaharian tidak kurang dari 8 juta keluarga
petanni, terutama si sumatera dan Kalimantan. Luas areal tanaman karet mencapai
3,32 juta ha. Dimana hampir 85 persen merupakan perkebuann rakyat , selebihnya
adalah perkebunan negara dan swasta. Saat ini Indonesia merupakan Negara produsen
karet alam terbesar kedua di dunia setelah Thailand. Indonesia diperkirakan
akan memproduksi 1,95 juta ton karet alam pada tahun 2004 atau naik dari tahun
2003 yang sebesar 1,79 juta ton.
Produksi karet alam Indonesia tersebut
hampir seluruhnya ditujukan untuk pasar ekspor denan total perolehan devisa
untuk tahun 2003 mencapai uss 1.494.625 juta, atau meningkat disbanding tahun
2002 yang hanya sebesar uss 1.038.387 juta. Negara tujuan ekspor karet alam
indonesai dari tahun ke tahun cenderung
bertambah luas, dan kini sudah mencapai 166 negara. Dari sebanyak 166 negara
tujuan ekspor karet alam Indonesia tersebut terdapat bberapa Negara pengimpor
terbesar lainnya antara lain as, jepang, cina, singapura, korea selatan,
jerman, kanada, belgia dan prancis. Mengingat produksi karet alam Indonesia sebagian
besar ditujukan untuk pasar ekspor, maka indoensai perlu mencermati berbagai
perkembangan tuntutan konsumen global
Sertifikasi iso 14001 Yng diberlakukan
pada perdagangan global sejak 1996 mengisyratkan perlunya industry memeliki system
manajemen lingkungan yang komprehensif.
Agar efisien dalam pengelolaan
lingkungan, kalangan industry tidak lagi dapat bertumpu pada pendekatan
pengolahan akhir pipa yang tidak ekonomis. Pendekatan produksi bersih dalam
mengatasi masalah pencemaran diyakini sebagai win-win solution bagi kepentingan
lingkungan dan bisnis
Iso 14001 diyakini merupakan alat
bantu manajemen yang paling umum dimanfaatkan untuk tujuan produksi bersih,
walaupun terdapat system manajemen lain seperti baldridge quality award dan
belance scorecard
System manajemen lingkungan dapat
diartikan sebagai integrasi struktur organisasi , wewenang dan tanggung jawab,
mekanisme dan prosedur0proses, oraktek operasional, dan sumber daya untuk
implementasi pengelolaan lingkungan
Penelitian ini dilakukan di sumatera
selatan, sumater utara, dan jawa barat dengan mengambil sempel sebanyak delapan
perusahaan pengolahan karet alam, khususnya industry yang mengolah bahan baku
olah karet rakyat menjadi karet remah. Pemilihan perusahaan dilakukan secara
puprposive sampling, mengacu [ada keragaman perusahaan terutama dikaitkan dengan
kegiatan pengelolaan lingkungan. Sebagai unit sempel adalah karyawan perusahaan
yang memenuhi criteria tertentu.
Umumnya penanganan limbah padat yang
dilakukan perusahaan-perusahaan karet remah hanya untuk penimbunan lahan
sehingga belum mampu memberikan manfaat financial bai perusahaan, salah satu
perusahaan telah melakukan transaksi komersial dari limbah karet yang
dihasilkan walau tidak rutin. Limbah padat yang dominan adalah pasir, tatal,
dan limbah karet produksi dengan proporsi bervariasi dengan kisaran 3-11 % dari
bobot bahan baku olah rakyat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar